Selasa, 25 Desember 2012
Senin, 24 Desember 2012
Minggu, 23 Desember 2012
Senin, 16 Januari 2012
Kemampuan Gerak Dasar pada bayi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makalah ini diberi judul Perkembanan gerak. Didalamnya selain di sajikan tentang karakteristik perkembangan gerak yang terjadi pada masa anak kecil, juga di bahas tentang aspek-aspek perkembangan yang erat kaitannya dengan perkembangan gerak. makalah ini berisi pembahasan tentang perkembangan fisik anak kecil, yang didalamnya mencakup pembahasan tentang pertumbuhan fisik, pengukuran pertumbuhan fisik, dan perkembangan kemampuan fisik. Agar bisa memahami perkembangan yang terjadi pada anak kecil, selain membaca makalah ini hendaknya juga melakukan pengamatan. Kita bisa memperluas pemahaman tentang perkembangan gerak yang di bahas di makalah ini. pengetahuan yang anda peroleh dari makalah ini berguna bagi kami dalam melaksankan tugas profesional sebagai guru olahraga. Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat menjelaskan tentang karakteristik perkembangan fisik dan gerak yang terjadi pada masa anak kecil. Sceara lebih rinci, yang diharapkan kami bisa menjelaskannya adalah sebagai berikut: a. menjelaskan karakteristik pertumbuhan fisik anak kecil. b. menyebutkan dan menjelaskan beberapa macam pengukuran pertumbuhan fisik. c. menjelaskan karakteristik perkembangan kemampuan fisik anak kecil. d. menjelaskan karakteristik perkembangan gerak anak kecil secara umum. e. menyebutkan dan menjelaskan beberapa kemampuan pada masa anak kecil, BAB II ISI A. Kemampuan Gerak Dasar Kemampuan gerak dasar merupakan kemampuan yang berguna dan dibutuhkan anak dalam kehidupannya sehari-hari. Namun pada zaman modern dengan berbagai bentuk kemajuan tekhnologi seperti sekarang ini, kebanyakan anak memilih untuk lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan cara menikmati fasilitas yang telah tersedia, dibandingkan untuk melakukan aktivitas yang harus menggerakkan otot. Kegiatan fisik dengan menggunakan olah tubuh dimaksudkan agar peserta didik mempunyai perkembangan gerak tubuh yang selaras dan harmonis sehingga kelak mempunyai kemampuan perkembangan gerak yang baik. Salah satu cara untuk mengembangkannya adalah melalui senam irama. Senam irama adalah satu jenis senam yang dilakukan dengan mengikuti irama musik atau nyanyian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan peningkatan kemampuan gerak dasar dan kognitif anak taman kanak-kanak yang berusia antara 4-6 tahun. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terhadap anak taman kanak-kanak Riyadush Sholihin kelompok B dengan subjek 15 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, catatan lapangan dan studi dokumentasi. Adapun analisis data yang dilakukan dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui senam irama dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar yang meliputi berjalan, berlari, melompat, memutar dan membungkuk, dan kognitif yang meliputi memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mengenal konsep bilangan, mengenal pola, mengenal konsep ruang dan mengenal ukuran, secara bertahap setiap siklusnya. Rekomendasi diberikan kepada guru agar lebih memperhatikan dan mempersiapkan kegiatan senam irama sebelum pelaksanaan, ketika pelaksanaan senam irama guru perlu lebih bersabar karena setiap anak memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda dan setiap anak memiliki jangka waktu sendiri dalam menguasai suatu kemampuan serta agar guru tidak pernah bosan untuk memberikan dukungan/motivasi kepada anak, dan saat memberikan penilaian perkembangan peningkatan kemampuan gerak dasar dan kognitif sebaiknya guru memiliki format penilaian khusus untuk menilai perkembangan kemampuan gerak dasar dan kognitif anak, bagi sekolah hendaknya mensosialisasikan kepada guru lain bahwa senam irama dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar dan kognitif anak, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti dengan memperluas aspek kemampuan gerak dasar dan kognitif yang lain sehingga menjadi lebih komprehensif. Perkembangan kemampuan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmani yang terkoordinasi antar pusat syaraf, urat syaraf dan otot. Perkembangan tersebut diawali dengan gerak reflek sesaat setelah lahir yang akan berubah menjadi gerakan yang disadari. Gerak refleks setelah lahir diperlukan untuk bertahan hidup seperti mengisap, menelan, berkedip, merenggutkan lutut, menggenggam ibu jari kaki dan menggenggam tangan. Gerakan reflek yang berkurang berguna seperti reflek menggenggam ibu jari kaki dan menggenggam ibu jari tangan secara bertahap akan berkurang dan menghilang sebelum usia 1 tahun karena otak kecil (cerebellum) yang mengendalikan keseimbangan berkembang dengan cepat selama setahun awal kehidupan bayi. 1. Koordinasi Tubuh Koordinasi antara kemampuan meraba, melihat, dan mendengar terjadi secara bertahap. Saat usia lahir sampai satu bulan, kedua tangan bayi masih mengepal dengan tahapan: • Usia 2 bulan, kepalan tangan bayi sudah mulai membuka • Usia 3 bulan, bayi sudah memiliki kemampuan untuk memegang benda • Usia 4 bulan, bayi sudah dapat bermain dengan kedua tangannya. • Usia 5 bulan, mulai terbentuk koordinasi antara tangan dengan kemampuan melihat (optik). Pada usia, bayi sudah mampu mengarahkan tangannya ke arah benda dan memiliki keinginan untuk menjangkaunya. • Usia 6 bulan bayi sudah mampu memindahkan dan memegang mainan dengan seluruh telapak tangannya . • Usia 7 bulan, bayi sudah dapat memegang benda dengan kedua telapak tangannya. • Usia 9 bulan , bayi gemar melemparkan mainannya. • Usia 10-11 bulan, koordinasi antara jari tangan mulai tampak. Bayi mampu menjepit mainan dengan salah satu tangannya. • Usia 12 bulan, bayi mampu meletakkan benda ke tangan orang lain. 2. Duduk Kemampuan bayi untuk dapat duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan terjadi pada usia yang sangat bervariasi dibandingkan dengan kemampuan koordinasi. Hal ini tergantung pada temperamen dan berat badan bayi. Kemampuan bayi yang gemuk cenderung lebih lambat dibandingkan dengan bayi yang ukuran tubuhnya normal. Untuk duduk, bayi memerlukan latihan kekuatan kepala, leher, bahu, dada, dan tubuh. Bayi usia 0-3 bulan , belum mampu untuk mengangkat kepalanya. Kemampuan mengangkat kepala dan bahu terjadi pada usia bayi 4-6 bulan dalam posisi tengkurap. Untuk duduk , bayi memerlukan latihan dan kekuatan kepala, leher, bahu, dada, dan tubuh. Bayi usia 0-3 bulan, belum mampu untuk mengangkat kepalanya. Kemampuan mengangkat kepala dan bahu terjadi pada usia 4-6 bulan dalam posisi tengkurap. Seiring dengan bertambahnya usia maka kemampuan bayi untuk duduk pada posisi yang lebih sempurna semakin berkembang. Pada usia 6 bulan, bayi sangat senang jika tubuhnya di tarik untuk didudukkan. Pada usia 7 bulan, bayi telah memiliki kemampuan memainkan kakinya. Pada usia 8-9 bulan, bayi mulai belajar mengangkat badan untuk duduk dan sudah mampu duduk dengan bantuan orang lain. Pada usia 10 bulan, bayi sudah mampu duduk karena leher, bahu dan tubuh bayi semakin kuat. Bayi sudah memiliki kemampuan untuk menguasai kepala dan bagian dadanya dengan mantap. Pada usia 11 bulan, bayi sudah mampu duduk bebas dengan keseimbangan yang mantap. Pada usia 12 bulan, bayi telah duduk dengan sempurna. 3. Merangkak Refleks adalah gerakan naluri dibawah sadar yang akan berubah menjadi gerakan sadar pada saat bayi berusia 3 bulan. Reflek melangkah akan mengawali gerakan merangkak pada bayi. Merangkak merupakan gerakan yang rumit bagi bayi karena memerlukan tenaga dan keseimbangan. Merangkak baru dapat dilakukan jika otot-otot untuk mengangkat kepala sudah kuat dan mampu menopang berat badan dalam keadaan tangan menelungkup di bawah perut. Merangkak baru dapat dilakukan bayi pada usia 8 bulan. Namun, ada kemungkinan beberapa bayi tidak pernah belajar merangkak, tetapi hanya belajar duduk, berdir, dan akhirnya berjalan. Kemampuan bayi untuk dapat merangkak semakin sempurna dengan bertambahnya usia. Berikut ini diuraikan tentang tahap-tahap kemampuan bayi untuk dapat merangkak secara sempurna. Pada usia 9 bulan, bayi mulai dapat merayap. Pada usia 10 bulan, bayi mampu mengayunkan tangan dan lututnya. Kondisi seperti ini merupakan gerakan awal untuk merangkak maju. Pada usia 11 bulan, bayi mulai mampu merangkak dengan kedua tangan dan kedua kakinya.Pada usia 12 bulan, bayi sudah mampu merangkak secara sempurna. 4. Berjalan Kemampuan bayi untuk dapat berjalan ditentukan oleh semangat dan keberanian bayi serta peran lingkungan sekitarnya. Seperti kemampuan merangkak, kemampuan bayi untuk dapat berjalan mengalami proses. Usia 0-4 bulan, bayi belum mampu berjalan. Namun jika bayi bisa diberdirikan, secara langsung akan mengambil posisi berjalan. Usia 5-6 bulan, bayi akan mengambil alih keseimbangan jika diberdirikan. Artinya ia akan mencoba untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sendiri sejalan dengan matangnya mekanisme urat syaraf sehingga gerakan yang dikendalikan lebih banyak dan lebih baik. Terutama di daerah batang tubuh. Kemudian ke daerah kaki. Perkembangan motorik diteruskan dari sendi, utama ke sendi yang lebih kecil (secara proximodistal) dalam menjangkau suatu benda. Bayi akan menggunakan bahu dan sikunya sebelum menggunakan pergelangan dan jari tangan. Usia 7-8 bulan, bayi akan merasa senang jika kedua lengannya dipegang dan akan berjalan melonjak-lonjak jika diberdirikan. Adat Jawa akan mengabadikan kondisi ini dengan upacara turun tanah (mudun lemah). Usia 11 bulan, bayi sangat senang belajar dengan cara dititah (kedua tangannya dipegang). Usia 12 bulan atau lebih, bayi sudah memiliki keinginan untuk belajar melangkah sendiri tanpa bantuan orang lain. Bayi akan melangkah dari satu orang ke orang lain dengan penuh keceriaan. Pada awalnya, telapak kaki bayi tampak datar. Ketika bayi mulai belajar berdiri dan berjalan, otot-otot kaki akan terlatih dan membentuk lengkungan kaki. Harus diperhatikan bahwa kemampuan berjalan dapat dilakukan bayi jika otot-otot, syaraf, dan tulang telah kuat sempurna. Dalam hal ini, orang tua jangan memaksakan kemampuan bayi untuk dapat berjalan jika fungsi otot-otot, syaraf, dan tulang belum tumbuh dan berkembang secara sempurna. Jika orang tua memaksakan agar anaknya dapat berjalan dengan segera maka kemungkinan munculnya gangguan fisik dapat terjadi. B. Pengertian Gerak Banyak pengertian dan ruang lingkup gerak yang digunakan dalam bidang olahraga. Di bawah ini dikemukakan bebarapa pendapat mengenai gerak; Gerak adalah sesuatu yang ditampilkan oleh manusia secara nyata dan dapat diamati. Namun yang melatar belakangi suatu gerak yang ditampilkan dalam suatuperbuatan yang nyata dalam suatu unjuk kerja sangat beranekaragam sesuaidengan hakekat keberadaan dan kebutuhan manusia yang penuh perbedaan(Yanuar Kiram, 1992:1). Menurut Imam Hidayat (1986:3), gerak dasar pada manusia adalah lokomosi (locomotion) yaitu gerakan siklus atau perputaran dari kaki-kaki yang silih berganti, lokomosi terdiri dari berjalan dan berlari, gerakan ini dapat dibagi menjadi: 1) Berjalan-jalan (Jalan santai, jalan cepat), 2) berlari (lari anjing atau jogging atau lari cepat). Dalam Sugiyanto dan Sudjarwo (1993:234), yang dikutip dari Jhon NDrowtzky, menyebutkan bahwa belajar gerak adalah belajar yang diwujudkan melalui respon-respon muskular dari yang diekspresikan dalam gerak tubuh atau bagian tubuh. Dari beberapa pengertian tentang belajar gerak dapat disimpulkan bahwa belajar gerak adalah belajar yang menekankan pada aktifitas fisik atautubuh yang diekspresikan ke dalam gerakan untuk bisa menyelesaikan tugas gerak dengan efektif dan efisien Menurut Sugiyanto dan Sudjarwo (1993:234), belajar gerak adalah belajaryang menekankan pada aktivitas gerak tubuh, belajar gerak mempunyai pola-polagerak keterampilan tubuh, misal gerakan-gerakan dalam olahraga, prosesbelajamya meliputi pengamatan gerakan untuk bisa mengerti prinsip, bentuk gerakannya kemudian menirukan dan mencoba berulang-ulang, sehingga bias menyelesaikan tugas gerakan secara efektif dan efisien. Merupakan suatu kenyataan bahwa melalui gerak manusia berusaha untuk dapat meraih sesuatu sesuai dengan berbagai motif yang melatar belakanginya termasuk di dalamnya dengan gerak itu manusia mampu memenuhi kebutuhanakan peningkatan kesegaran jasmaninya. Pengertian keterbelajaran gerak sebagai kemampuan umum untuk mempelajari tugas secara cepat dan cermat(Rusli Lutan, 1988:115)Jadi pengertian keterbelajaran gerak adalah kemampuan atau potensiseorang individu dalam mempelajari dan melakukan keterampilan gerak barusecara cepat dan cermat. a. Fase Perkembangan Gerak Sepanjang hidup manusia, mulai masih dalam kandungan dilahirkan dankemudian sampai tua memperoleh sebutan berganti-ganti. Pergantian tersebutdidasarkan pada usianya dan merupakan fase-fase dalam perkembangan yangdilewati. Secara garis besar ada 5 fase perkembangan gerak dalam hidup manusiayaitu: b. Fase Sebelum Lahir (prenatal) Fase sebelum lahir adalah fase perkembangan selama masih berada dalamkandungan. Gerak refleksif janin dan bayi yang baru lahir dianggap sebagai fasepertama dari perkembangan motorik. Perilaku refleksi dikendalikan subkortikal.Gerak ini muncul lebih dahulu dan bekerja bersama-sama dengan perkembangangerak awal (Abdul Kadir Ateng, 1992:128) c. Fase Anak (childhood) Fase anak adalah fase perkembangan mulai usia 1 atau 2 tahun sampai 10atau 12 tahun, fase anak-anak dibedakan menjadi dua yaitu 1) fase anak kecil (early childhoood), fase anak kecil adalah antara 1 atau 2 tahun sampai 6 tahun, 2)fase anak besar (later chilhood) fase anak besar adalah 6 sampai 10 atau 12 tahun. Perkembangan pada masa anak kecil adalah hanya pada peningkatan kualitas penguasaan pola gerak yang telah dan bisa dilakukan pada masa anak bayi, serta peningkatan variasi macam pola gerak, kemampuan berjalan dan memegang akan semakin baik dan bisa dilakukan dengan berbagai macam variasi gerakan (Sugiyanto dan Sudjarwo, 1991:78).Tingkat perkembangan gerak pada anak besar disebut dengan kemampuan gerak khusus fase ini sama dengan fase yang terdahulu akan tetapi berkembang lebih matang dan lebih mampu memenuhi kebutuhan fisik dan psikis yang diperlukan untuk penekanan pada bentuk keterampilan dan ketepatan dalam penampilan permainan yang lebih lanjut dalam cabang olahraga. d. Fase Adolesensi (adolesence) Fase adolesensi adalah antara perempuan dan laki-laki dimulai dan di akhiripada umur yang berbeda, pada perempuan mulai pada umur 10 tahun dan diakhiripada umur 18 tahun, sedangkan pada laki-laki mulai umur 12 tahun dan diakhiripada umur 20 tahun. Keterbelajaran gerak dasar antara anak laki-laki dan anak perempuan semakin meningkat, anak laki-laki menunjukan peningkatan yangterus berlangsung, sedangkan anak perempuan menunjukan peningkatan yangtidak berarti bahkan menurun setelah menstruasi (Sugiyanto dan Sudjarwo,1991:147). Perkembangan gerak pada fase adolesensi disebut sebagai fase kemempuangerak spesialisasi. Fase spesialisasi menyangkut aplikasi pengetahuan yangdiperoleh pada fase-fase sebelumnya terhadap aktifitas pilihan yang dilakukanbaik sebagai rekreasi maupun kompetisi olahraga secara teratur (Abdul KadirAteng, 1992:129). e. Fase Dewasa (adulthood) Fase dewasa terbagi tiga fase, yaitu 1) fase dewasa muda (youngadulthood), fase dewasa madya (middle adulthood), 3) fase dewasa tua (older adulthood), fase dewasa muda adalah antara 18 tahun (perempuan) atau 20 tahun(laki-laki) sampai 40 tahun. Fase dewasa madya adalah antara 40 tahun sampai 60tahun, sedangkan fase dewasa tua adalah usia 60 tahun dan seterusnya ( Sugiyantodan Sudjarwo, 1991:7)Pada masa dewasa merupakan kelanjutan dari masa adolesensi, pada masaadolesensi merupakan peningkatan kemampuan fisik sampai tidak ada lagi terjadi peningkatan, sedangkan pada masa dewasa madya dan tua mengalami penurunankemampuan koordinasi gerakan dan kecepatan reaksi (Sugiyanto dan Sudjarwo,1991:184. Dalam penelitian ini yang dibahas adalah fase anak besar (later chilhood) yang duduk di kelas V dan VI Sekolah Dasar yang berusia 10-12 tahun yangterbagi 3 kelompok umur pendidikan. Pertama antara 6-8 tahun duduk di kelas Idan II, kelompok umur pendidikan kedua antara 8-10 tahun duduk di kelas III danIV, kelompok umur pendidikan ketiga antara 10-12 tahun duduk di kelas V danVI (Imam Soejoedi, 1979:91). C. Perkembangan Penguasaan Gerak Sejalan dengan meningkatnya ukuran tubuh dan meningkatnya kemampuan fisik maka meningkat pula kemampuan gerak anak besar, berbagai kemampuan gerak dasar yang sudah mulai bisa dilakukan pada masa anak kecil semakin dikuasai, peningkatan kemampuan gerak bisa didefinisikan dalam bentuk sebagai berikut 1) gerakan bisa dilakukan dengan mekanika tubuh yang makin efisien, 2) gerakan bisa dilakukan semakin lancar dan terkontrol, 3) pola atau bentuk gerak variasi, 4) gerakan semakin bertenaga. Beberapa gerakan yang mulai bisa dilakukan atau gerakan yang bisadilakukan apabila anak memperoleh kesempatan melakukannya pada masa anak kecil adalah gerakan-gerakan berjalan, berlari, mendaki, meloncat, berjingkat, mencongklang, lompat tali, menyepak, melempar, menangkap, memantulkan bola, memukul dan berenang. Gerakan-gerakan tersebut semakin dikuasai dengan baik,kecepatan perkembangan semakin dipengaruhi oleh kesempatan yang diperoleh untuk melakukan berulang-ulang di dalam aktivitasnya, anak-anak yang kurang kesempatan melakukan aktivitas fisik mengalami hambatan untuk berkembang (Sugiyanto dan Sudjarwo, 1991: 119). Pada masa akhir anak besar, umumnya gerakan-gerakan seperti yang disebutkan di atas sudah bisa dilakukan dengan bentuk gerakan menyerupai gerakan orang dewasa pada umumnya, perbedaan hanya terletak pada pelaksanaan gerak yang masih kurang bertenaga. Hal ini dikarenakan kapasitas fisik anak memang belum bisa menyamai kapasitas fisik orang dewasa. Apabila ditinjau dari segi kebenaran mekanika tubuh dan kecepatan dalam melakukan berbagai gerakan maka faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan gerak anak adalah faktor-faktor peningkatan koordinasi tubuh dan kekutan otot, ada berbagai macam tes yang bisa digunakan untuk mengukur kemampuan gerak dan mengukur kemampuan fisik. D. Perkembangan Aktivitas Motorik Kasar (Gross Motor Activity) Perkembangan motorik kasar difokuskan pada keterampilan yang biasa disebut dengan keterampilan motorik kasar meliputi pola lokomotor seperti jalan, lari, lompat, loncat dan keterampilan menguasai bola seperti melempar, menendang dan memantulkan bola, keterampilan motor dasar dikembangkan pada masa anak sebelum masuk sekolah dan masa sekolah awal dan ini akan menjadi bekal awal untuk mendapatkan keterampilan gerak yang efisien bersifat umumdan selanjutnya akan diperlukan sebagai dasar untuk perkembangan keterampilan motorik yang lebih khusus yang semuanya ini memerlukan bagian integral prestasi bagi anak dalam segala umur dan tingkatan (Yanuar Kiram, 1992:38) E. Perkembangan Aktivitas Motorik Halus (Fine Motor Activity) Kontrol motorik halus telah didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengkoordasikan atau mengatur penggunaan berbentuk gerakan mata dan tangansecara efisien, tepat dan adaptif, perkembangan kontrol motorik halus atau keterampilan koordinasi mata dan tangan mewakili bagian yang penting dalam perkembangan motorik secara total anak-anak secara jelas mencerminkan kapasitas sistem syaraf pusat untuk mengangkat dan memproses input visual dan menterjemahkan input tersebut dalam bentuk keterampilan, untuk mendapatkan keterampilan yang baik, maka perilaku yang perlu dilakukan anak harus dapat berinteraksi dengan praktek dan melaksanakan komunikasi terhadap obyek sekolah dan lingkungan rumah (Yanuar Kiram, 1992:42-43) a. Klasifikasi Keterampilan Gerak Pengklasifikasian keterampilan gerak yang dimaksud adalah peng-klasifikasian berdasarkan keterampilan gerak, klasifikasi keterampilan gerak bisadibuat berdasarkan beberapa sudut pandang, sebagai berikut: • Klasifikasi Berdasarkan Kecermatan Gerakan Keterampilan gerak bisa dikaji berdasarkan kecermatan pelaksanaan gerak, kecermatan pelaksanaan gerakan bisa ditentukan antara lain oleh jenis-jenis yang terlibat, ada gerakan yang melibatkan otot besar dan ada melibatkan otot halus, berdasarkan kecepatan gerakan atau jenis-jenis otot yang terlibat, keterampilan dapat gerak bisa dikategorikan menjadi 2 yaitu: 1) keterampilan gerak agal (grossmotor skill), 2) keterampilan gerak halus (fine motor skill), Keterampilan gerak adalah gerakan yang didalam pelaksanaanya melibatkan otot besar sebagaibasis utama gerakan, keterampilan gerak halus adalah gerakan yang dalampelaksananya melibatkan otot halus sebagai basis utama gerakan, padaketerampilan gerak agal diperlukan keterlibatan bagian-bagian tubuh yang halushanya melibatkan sebagian dari anggota badan yang digerakan oleh otot halus(Sugiyanto dan Sudjarwo, 1993:249). • Klasifikasi Berdasarkan Perbedaan Titik Awal Apabila diperlukan, gerakan keterampilan ada yang dengan mudah bisadiketahui bagian awal dan akhir dari geraknya, tetapi ada juga yang sukar untuk diketahui, dengan karakteristik seperti itu, keterampilan gerak bisa dibagi menjaditiga kategori, 1) keterampilan gerak diskrit (discrete motor skill) yaitu keterampilan gerak dimana dalam pelaksananya bisa dibedakan secara jelas titik awal dan titik akhir gerakan, 2) keterampilan gerak serial (serial motor skilll) yaitu keterampilan gerak diskrit yang dilakukan beberapa kali secara berkelanjutan, 3) keterampilan gerak kontinyu (continuous motior skill) yaitu gerakan keterampilan yang tidak bisa dengan mudah ditandai dimana titik awaldan titik akhir dari gerakan. Pada keterampilan gerak kontinyu, untuk melaksanakannya lebih dipengaruhi oleh kemauan si pelaku dan situasi ekstemaldibandingkan dengan pengaruh bentuk gerakannya sendiri (Sugiyanto danSudjarwo, 1993:249-250). Keterbelajaran gerak dapat diklasifikasikan yakni dengan menghubungkan perilaku dalam keterampilan tersebut dengan keberlangsungannya, maksudnya yaitu antara keterampilan yang berlangsung singkat diperbandingkan dengan keterampilan yang berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama atau keterampilan ini dibedakan dengan melihat jelas tidaknya antara titik awal dantitik akhir dari gerakan yang dimaksud. Keterbelajaran gerak dapat diklasifikasikan yakni dengan menghubungkanperilaku dalam keterampilan tersebut dengan keberlangsungannya, maksudnyayaitu antara keterampilan yang berlangsung singkat diperbandingkan denganketerampilan yang berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama atauketerampilan ini dibedakan dengan melihat jelas tidaknya antara titik awal dantitik akhir dari gerakan yang dimaksud. • KIasifikasi berdasarkan stabilitas lingkungan Di dalam melakukan suatu gerakan keterampilan ada kalanya menghadapilingkungan yang berubah-ubah, berdasarkan keadaan kondisi lingkungan sepertiitu, gerakan keterampilan bisa dikategorikan menjadi dua yaitu :1) keterampilan, gerak tertutup (closed skill) adalah keterampilan gerak dimana pelaksanaannya terjadi pada kondisi lingkungan yang tidak berubah dan stimulus geraknya timbuldari diri si pelaku sendiri, 2) keterampilan gerak terbuka (open skill) adalah keterampilan gerak dimana dalam pelaksananmya terjadi pada kondisi lingkunganyang berubah-ubah dan pelaku bergerak menyesuaikan dengan stimulus yangtimbul dari lingkungan bisa bersifat temporal dan bersifat spesial. Ada dua pembagian gerak yaitu terbuka dan tertutup apabila tidak ada faktorluar yang turut mengarahkan gerak, gerak terbuka apabila gerak halus disesuaikan dengan keadaan luar yang tidak dapat diduga sebelum terjadi. b. Unsur-Unsur Keterbelajaran Gerak Unsur kemampuan pada setiap individu bisa berfungsi dengan baik, apabila keterlibatan unsur kemampuan bisa menghasilkan gerak yang efisien, untuk mencapai efiseinsi gerak diperlukan beberapa unsur-unsur kemampuan, adapun jenis-jenis unsur kemampuan sebagai berikut : a. Unsur Kemampuan Fisik Fisik merupakan salah satu faktor yang berfungsi untuk melakukan gerakan,agar menghasilkan gerakan yang efektif dan efisien. harus didukung oleh kemampuan fisik yang baik, macam-macam kemampuan fisik antara lain : Kecepatan reaksi, Kekuatan, Ketahanan, Kecepatan, Fleksibilitas dan Ketajaman indra. Dalam melaksanakan gerakannya besarnya peran setiap unsure kemampuan tidak sama untuk setiap gerakan (Sugiyanto dan Sudjarwo, 1993:257) b. Unsur Kemampuan Mental Mental adalah pikiran, jadi kemampuan mental berarti kemampuan untuk berfikir, fungsi kemampuan mental adalah memberikan komando gerak sesuai dengan yang diinginkan kepada sistem penggerak tubuh. Kemampuan yang termasuk kemampuan mental diperlukan untuk mendukung terciptanya gerakan yang efisien, adapun macam-macam jenis kemampuan mental sebagai berikut: a) Kemampuan memahami gerakan yang akan dilakukan, b) Kecepatan memaham istimulus; c) Kecepatan membuat keputusan; d) Kemampuan memahami hubungan spesial; e) Kemampuan menilai obyek bergerak; f) Kemampuan menilai irama; g) Kemampuan menilai gerakan masa lalu; h) Kemampuan memahami mekanika gerakan. Pemahaman diperlukan agar pelaku tahu apa yang harus dilakukandengan petunjuk (Sugiyanto dan Sudjarwo, 1993:259). c. Unsur kemampuan Emosional Kemampuan emosional merupakan salah satu faktor yang mendukung terjadinya gerakan yang efektif dan efisien, macam-macam kemampuan yangtermasuk kemampuan emosional sebagai berikut : • Kemampuan mengendalikan emosi dan perasaan. • Tidak ada ganguan emosional. • Merasa perlu dan ingin mempelajari serta melakukan gerakan. • Memiliki sifat positif terhadap prestasi gerakan Koordinasi gerak terganggu karena keadaan emosi yang tidak terkendali, motivasi internal yang positif cenderung berperilaku dengan sebaik-baiknya, berusaha untuk berprestasi dengan mengikuti aturan serta melakukan yang seharusnya dilakukan (Sugiyanto dan Sudjarwo, 1993:260-261) c. Pinsip Belajar Gerak dan Perkembangannya Gerak manusia dipengaruhi oleh beberapa aspek kehidupan yang berlangsung selama manusia menjalani kehidupannya antara lain pengaruh aspek gizi yang baik atau kurang baik, manusia yang gizinya baik akan memiliki kapasitas gerak yang tinggi dibandingkan dengan orang yang kekurangan gizi Anak besar merupakan anak usia sekolah dasar yaitu usia 6-12 tahun, perkembangan antara anak laki-laki dan perempuan sudah mulai terlihat perkembangan fisiknya, terutama pada saat menjelang reproduksi, perkembangan kemampuan fisik bagi anak laki-laki dan perempuan mulai ada perbedaan antara lain perkembangan kekuatan pria lebih baik dibandingkan dengan perkembangan kekuatan wanita, sejalan dengan meningkatnya ukuran tubuh dan meningkatnya kemampuan fisik maka meningkat pula kemampuan gerak anak besar, berbagai kemampuan gerak dasar yang sudah mulai bisa dilakukan pada masa anak kecil semakin dikuasai. Peningkatan kemampuan gerak bisa diidentifikasi dalam bentuk: 1) gerakan bisa dilakukan dengan mekanika tubuh makin efisien, 2) gerakan bisa dilakukan dengan semakin lancar dan terkontrol, 3) pola atau bentuk gerakan semakin bervariasi, 4) gerakan semakin bertenaga (Sugiyanto danSudjarwo,1991:119). Beberapa macam gerakan yang mulai bisa dilakukan apabila anak memperoleh kesempatan melakukannya pada masa anak kecil, gerakan-gerakan tersebut semakin dikuasai dengan baik. Kecepatan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kesempatan yang diperoleh untuk melakukan berulang-ulang dalam aktivitasnya. Anak-anak yang kurang dalam kesempatan melakukan aktivitas fisik akan mengalami hambatan untuk berkembang. d. Perkembangan Motorik Anak Sekolah Dasar Perkembangan motorik anak Sekolah Dasar merupakan perkembangan yang sangat baik untuk pertumbuhannya, bagi anak, bergerak merupakan inti hidupnya, gerak menembus semua fase dari perkembangannya, baik psikomotor, kognitif maupun afektif yakni ketiga kawasan tingkah laku manusia. Dari program gerak bagi anak-anak adalah perkembangan kompetisi psikomotorik, perkembangan psikomotorik merupakan pokok dari program pendidikan jasmani dan harus dipandang sebagai sarana untuk memacu kedua kompetisi lainnya yaitu kognitif dan afektif. Perkembangan psikomotorik mengacu pada belajar gerak dengansadar dan efisien dalam gerak. • Perkembangan Kognitif Ada dua aspek utama dari perkembangan kognitif yang mendukung secara efektif melalui pendidikan gerak anak-anak. Aspek pertama adalah berbagai konsep motorik perseptual yang mencakup perkembangan kesadaran tubuh,kesadaran ruang, kesadaran arah dan pembentukan orientasi ruang dan waktu secara efektif. Yang kedua dari aspek perkembangan kognitif mencakup perkembangan dan pacuan peningkatan pengertian dan sikap dari konsep-konsep akademik dasar termasuk sain, matematika, seni bahasa dan studi sosial mewakili medium gerak. Kebanyakan dari bukti-bukti yang tersedia menunjukan bahwa kedua tipe konsep kognitif, apakah itu motorik perseptual atau akademik, dapat dipacu melalui keikutsertaan aktif dalam aktifitas gerak dalam kegiatan gerak yang terpilih dengan cermat, bertambahnya kemampuan gerak akan menambah secara positif penggunaan gerak berbagai metode pemacuan perkembangan kognitif akan berpengaruh positif pada perkembangan kemampuan kognitif anak-anak (Abdul Kadir Ateng, 1992:131) • Perkembangan Afektif Pengalaman gerak anak memainkan peranan yang penting dalam persepsi diri anak-anak sebagai individu-mdividu maupun bagaimana kemampuan mereka mengadakan relasi dengan kawan-kawannya dan memanfaatkan waktu luar mereka, mereka akan mempelajari karakteristik perkembangan anak-anak setidaknya dalam dua hal :1) konsep diri, 2) permainan dan relasi dengan teman-teman. Pengetahuan tersebut memungkinkan untuk mendorong dan menyusun pengalaman gerak yang berarti yang akan memperkuat pertumbuhan social emosional anak-anak dan sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuan yang berkembang (Abdul Kadir Ateng, 1992:129). • Perkembangan Kemampuan Fisik Aspek perkembangan fisik dari psikomotor dapat dibagi menjadi kesegaran organik dan kesegaran jasmani, faktor yang berhubungan dengan perkembangan kesehatan dan kapasitas fungsional tubuh diklasifikasi sebagai komponen kesegaran motorik. Kemampuan motorik umumnya dipandang sebagai kemampuan unjuk laku seseorang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kecepatan-ketepatan, agilitas, keseimbangan, koordinasi, power, kelentukan (Abdul Kadir Ateng,1992:129) • Perkembangan Psikomotorik Para orang tua dan guru semakin menyadari pentingnya memberikan pengalaman bergerak yang baik kepada anak-anak mereka. Ada kesadaran yang semakin meningkat di antara para pendidik anak-anak kecil bahwa apa yang disebut pengalaman bermain dipermulakan sekolah dasar mempunyai peranan yang penting dalam belajar gerak dan belajar melalui gerak, untuk anak kecil bergerak merupakan inti dari hidupnya. Gerak menembus semua fase dari perkembangannya, baik psikomotor, kognitif maupun afektif, yakni ketiga kawasan tingkah laku manusia. Dalam hal ini secara sepintas akan dilihat gerakan yang dapat diberikan kepada masing-masing kawasan. Kesatuan manusia tidak memungkinkan pemisahan dari ketiga kawasan tingkah laku manusia ini, karena diperlukan kewaspadaan terhadap kerumitan interaksi antara kawasan-kawasan tersebut dan memperhatikan untuk tidak memisahkan baik dalam pikiran maupun dalam mengahadapi arial (Abdul Kadir Ateng, 1992:126). • Belajar Gerak Dalam Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani dapat menyalurkan hasrat dan keinginan peserta didik untuk bergerak. Bergerak tidak hanya merupakan kebutuhan alami peserta didik usia sekolah dasar, melainkan dari sisi lain juga dapat membentuk, membina danmengembangkan individu peserta didik. Sementara itu dari sisi lain aktivitas geraknya dapat meningkatkan kemampuan intelektual peserta didik dalam Sugiyanto dan Sudjarwo (1991: 201),mengemukakan secara rinci mengenai fungsi pendidikan jasmani, yaitu sebagai berikut: 1. Mengembangkan keterampilan gerak, dan pengetahuan bagaimana seseorangbergerak, serta pengetahuan tenteng cara-cara gerakan dapat diorganisasi. 2. Untuk belajar menguasai pola-pola gerak dasar keterampilan secara efektif melalui latihan, pertandingan, tari, dan renang. 3. Memperkaya pengertian tentang konsep ruang, waktu, dan gaya dalamhubungannya dengan gerakan tubuh. 4. Mengekspresikan pola-pola perilaku personal dan hubungan interpersonalyang baik didalam pertandingan dan tari. 5. Meningkatkan kondisi jantung, paru-paru, otot, dan sisitem organ tubuhlainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dalam keadaan darurat. 6. Memperoleh manfaat serta bisa menghargai kondisi fisik dan bentuk tubuhyang baik, serta kondisi perasaan yang selaras. 7. Mengembangkan minat atau keinginan berpartisipasi dalam olahragasepanjang hidup. Terdapat hubungan antara keterbelajaran gerak dengan pendidikan jasmani, apabila keterbelajaran gerak anak bagus maka anak tersebut dapat melakukan tugas-tugas gerak dalam pendidikan jasmani dengan baik. Demikian sebaliknya dalam pendidikan jasmani anak harus dilatih gerakan-gerakan yang bervariasi danberanekaragam sehingga anak memiliki keterampilan gerak yang bagus. e. Hubungan Antara Postur Tubuh dan Keterbelajaran Gerak Dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa melalui gerak manusia berusaha untuk dapat meraih sesuatu sesuai dengan berbagai motif yang melatarbelakangi, termasuk di dalamnya dengan gerak itu manusia mampu memenuhi kebutuhannya. Sejalan dengan meningkatnya ukuran tubuh dan meningkatnya kemampuan fisik maka meningkat pula kebutuhan anak besar. Berbagai kemampuan gerak dasar yang sudah mulai bisa dilakukan pada masa anak kecil adalah gerakan-gerakan berjalan, lari, mendaki, meloncat, berjengket, mencongklang, lompat tali,melempar, menangkap, memantulkan bola, dan memukul. Ditinjau dari segi kebenaran mekanika tubuh dan kecepatan dalam melakukan berbagai macam gerakan, maka faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan gerak adalah faktor-faktor peningkatan koordinasi ukuran tubuh dan kekuatan otot. BAB III Penutup A. Kesimpulan Agar bisa memahami perkembangan yang terjadi pada anak kecil, selain membaca makalah ini hendaknya juga melakukan pengamatan. Kita bisa memperluas pemahaman tentang perkembangan gerak yang di bahas di makalah ini. pengetahuan yang anda peroleh dari makalah ini berguna bagi kami dalam melaksankan tugas profesional sebagai guru olahraga. Setelah mempelajari makalah ini diharapkan dapat menjelaskan tentang karakteristik perkembangan fisik dan gerak yang terjadi pada masa anak kecil. Sceara lebih rinci, yang diharapkan kami bisa menjelaskannya adalah sebagai berikut: a. menjelaskan karakteristik pertumbuhan fisik anak kecil. b. menyebutkan dan menjelaskan beberapa macam pengukuran pertumbuhan fisik. c. menjelaskan karakteristik perkembangan kemampuan fisik anak kecil. d. menjelaskan karakteristik perkembangan gerak anak kecil secara umum. e. menyebutkan dan menjelaskan beberapa kemampuan pada masa anak kecil, Kegiatan fisik dengan menggunakan olah tubuh dimaksudkan agar peserta didik mempunyai perkembangan gerak tubuh yang selaras dan harmonis sehingga kelak mempunyai kemampuan perkembangan gerak yang baik. B. Penutup Terimakasih kepada Bapak Dosen selama pembuatan makalah ini, dapat menyempatkan waktu untuk bersosialisasi tentang makalah saya. DAFTAR PUSTAKA Abdul Kadir Ateng, 1992.Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani, jakarta: DEPDIKBUD Aip Syarifudin dan Muhadi, 1992.Landasan Pendidikan Jasman.Jakarta: DEPDIKBUD Husdarta, dkk, 2000.Perkembangan Peserta Didik . DEPDIKBUD Sugiyanto dan Sudjarwo, 1991.Perkembangan dan Belajar Gerak Modul 1-6. Jakarta: DEPDIKBUD Sugiyanto, 1993.Belajar Gerak. Jakarta: KONI Pusat. http://kuliahbidan.wordpress.com/materikesehatan
Jumat, 30 Desember 2011
SEJARAH LAHIRNYA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL
SEJARAH LAHIRNYA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL (PON) PERTAMA
PON atau Pekan Olahraga Nasional adalah event pesta olehraga nasional yng diadakan setiap empat tahun sekali dan dikuti oleh seluruh Provinsi yang ada di Indonesia.
Awal Lahirnya PON :
Pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta telah terbentuk Persatuan Sepakbola yang bersifat kebangsaan dengan nama Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia disingkat PSSI dengan ketuanya Ir. Soeratin Sosrosugondo. Pembentukan persatuan nasional tersebut merupakan tindakan dari kalangan bangsa Indonesia, karena ingin mengatur Organisasinya sendiri. PSSI sejak tahun 1931 menyelenggarakan kompetisi tahunan antar kota/anggota, dan tidak ikut serta dalam pertandingan-pertandingan antar kota yang diadakan oleh Belanda.
Berkat perkembangannhya yang baik, pada tahun 1938 pihak Belanda melalui Persatuan Sepakbolanya, Nederlandsch Indiesche Voetbal Unie (NIVU) mengadakan pendekatan dan kerjasama dengan PSSI. Jejak Sepakbola ini dikuti oleh cabang olahraga Tennisdengan berdirinya Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) pada tahun 1935 di Semarang. Berkedudukan di Jakarta (waktu itu bernama Batavia), pada tahun 1938 lahirlah Ikatan Sport Indonesia dengan singkatan ISI, satu-satunya badan olahraga yang berifat Nasional dan berbentuk federal. Maksud dan tujuannya adalah untuk membimbing, menghimpun dan mengkoordinir semua cabang olahraga, antara lain, PSSI, PELTI dan Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI), yang didirikan pada tahun 1940.
ISI sebagai koordinator cabang-cabang olahraga pada tahun 1938 pernah mengadakan Pekan Olahraga Indonesia yang dikenal dengan nama ISI - Sportweek, Pekan Olahraga ISI.
Serangan jepang secara mendadak pada tanggal 8 Desember 1941 terhadap Peral Harbour (pelabuhan mutiara) menimbulkan perang pasifik. Dengan masukknya Jepang ke Indonesia pada bulan Maret 1942, ISI oleh sebab adanya berbagai kesulitan dan rintangan tidak bisa menggerakkan aktivitasnya sebagaimana mestinya. Pada zaman Jepang gerakan keolahragaan yang ditangani oleh suatu badan yang bernama GELORA (singkatan dari Gerakan Latihan Olahraga), yang terbentuk pada masa itu. Tidak Banyak peristiwa olahraga penting tercatat pada zaman Jepang selama tahun 1942-1945, oleh karena peperangan terus berlangsung dengan sengit dan kedudukan Tentara Nippon terus pula terdesak. Dengan sendirinya perhatian Pemerintah Militer Jepang tidak dapat diharapkan untuk memajukan kegiatan olahraga di Indonesia. Dengan runtuhnya kekuasaan Jepang pada bulan Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia membuka jalan selebar-lebarnya bagi bangsa kita untuk menangani semua kegiatan olahraga di tanah air sendiri. Kegiatan-kegiatan ini pada awal kemerdekaan belum dapat digerakkan sepenuhnya, itu disebabkan perjuangan bangsa kita dalm mempertahankan dan menggerakkan kemerdekaan yang baru direbut itu, mendapat cobaan dan ujian. Sebagai akibatnya timbulah pertempuran di berbagai tempat, yang menjadi penghalang besar dalam mengadakan aktivitas keolahragaan secara tertib dan teratur. Namun demikian, berkat usaha keras para tokoh olahraga kita, pda bulan Januari 1946 bertempat di Habiprojo di Kota Solo diadakan kongres Olahraga yang pertama di alam kemerdekaan. Berhubung dengan suasana pada masa itu, hanya dihadiri oleh tokoh-tokoh olahraga dari pulau Jawa saja.
Kongres tersebut berhasil membentuk suatu badan olahraga dengan nama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) dengan menghasilkan susunan sebagai berikut :
Ketua Umum : Mr. Widodo Sastrodiningrat
Wakil Ketua Umum : Dr. Marto Husodo Sumali Prawirosoedirdjo
Sekretaris I : Sutardi Hardjolukito
Sekretaris II : Sumono
Bendahara I : Siswosoedarmo
Bendahara II : Maladi
Anggota : Ny. Dr. E. Rusli Joemarsono
Ketua Bagian Sepak Bola : Maladi
Ketua Bagian Basket Ball : Tony Wen (sementara)
Ketua Bagian Atletik : Soemali Prawirosoedirdjo
Ketua Bagian Bola Keranjang : Mr. Roesli
Ketua Bagian Panahan : S.P. Paku Alam
Ketua Bagian Tennis : P. Sorjo Hamidjojo
Ketua Bagian Bulutangkis : Sudjirin Tritjondrokoesoemo
Ketua Bagian Pencak Silat : Mr. Wongsonegoro
Ketua Bagian Gerak Jalan : Djuwadi
Ketua Bagian Renang : Soejadi (sementara)
Ketua Bagian Anggar/Menembak : Tjokroatmodjo
Ketua Bagian Hockey : G.P.H. Bintoro
Ketua Bagian Publikasi : Moh. Soepardi
Dalam kongres ini mulanya diajukan dua nama lainnya, yang akan diberikan kepada Badan Olahraga yang bakal dibentuk, yaitu ISI GELORA. Keduanya lantas tidak terpilih dan sebagai kesimpulan rapat kongres tersebut, diresmikanlah berdirinya PORI dengan pengakuan Pemerintah sebagai satu-satunya badan resmi Persatuan Olahraga yang mengurus semua kegiatan olahraga di Indonesia, yang fungsinya sama dengan ISI.
Sesuai dengan fungsinya, PORI adalah juga sebagai koordinator semua cabang olahraga dan khusus mengurus kegiatan-kegiatan olahraga dalam negeri. Dalam hubungan tugas keluar, berkaitan dengan Olimpiade dan Internassional Olynpic Commitee (IOC). Presiden Republik Indonesia telah melantik Komite Olympiade Republik Indonesia (KORI) yang diketuai oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan berkedudukan di Yogyakarta.
Bagi Indonesia telah tiba saatnya untuk menenpuh langkah-langkah seperlunya, agar negara kita dapat ikut serta di Olimpiade - London pada tahun 1948. Olimpiade yang ke 14 ini adalah yang pertama setelah Perang Dunia ke II usai dan sejak tahun 1940 terpaksa ditiadakan selama delapan tahun.
Usaha Indonesia untuk dapat tiket ke London banyak menemui kesulitan. Setelah agresi pertama dilancarkan Belanda pada tanggal 21 Juli 1947, Sutan Syarir dan Haji Agus Salim terbang ke Lake Succes dan di forum Internasional (baca Sidang Umum PBB) kedua negarawan dan diplomat ulung ini dengan gigih memperjuangkan pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia.
PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia belum menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC), sehingga para atlet yang bakal dikirim tidak dapat diterima berpartisipasi dalam peristiwa olahraga sedunia tersebut. Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu tiu menjadi penghalang besar dalam usaha menuju London. Paspor Indonesia tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, bahwa atlet-atlet Indonesia bisa ikut ke London dengan memakai paspor Belanda, tidak dapat diterima, karena kita hanya mau hadir di London dengan mengibarkan Dwi Warna Sangsaka Merah Putih. Alasan yang disebut belakangan inilah juga menyebabkan rencana kepergian beberapa anggota pengurus besar PORI ke London menjadi batal.
Masalah ini telah dibahas oleh konferensi darurat pada tanggal 1 Mei 1948 di Solo Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninkau tidak membawa hasil seperti diharapkan semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga, yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus/September 1948 di Solo. PORI ingin menghidupkan kembali pekan Olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938, terkenal dengan nama ISI Sportweek, Pekan Olahraga ISI.
Kongres olahraga pertama diadakan di Solo pada tahun 1946 yang berhasil membentuk PORI. Ditilik dari penyediaan sarana olahraga, Solo dapat memenuhi persyaratan pokok, dengan adanya stadion Sriwedari serta kolam renang, dengan catatan Stadion Sriwedari pada masa itu termasuk yang terbaik di Indonesia. Tambahan pula pengurus besar PORI berkedudukan di Solo dan hal-hal demikianlah menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) pada tanggal 8 s/d 12 September 1948.
Dengan mengemukakan hal-hal yang telah diuraikan diatas, Kota Solo jelas telah menulis suatu riwayat di bidang olahraga dan hal ini akan terpatri sepanjang masa dalam sejarah bangsa Indonesia. Menggembirakan, karena juga di bidang lain, kota Solo telah menulis riwayatnya. Komponis terkenal Gesang telah menggubah sebuah lagu yang sangat laris pada zamannya, Bengawan Solo, riwayatmu ini. Kota Solo dengan berbagai riwayatnya telah menjadi kota kenangan, harus selalu dikenang baik dibidang olahraga maupun di bidang kesenian dan kebudayaan.
Maksud dan tujuan penyelenggaraan PON I adalah untuk menunjukkan kepada dunia luar, bahwa bangsa Indonesia, ditengah-tengah dentuman meriam, dalam keadaan daerahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, tegasnya dalam keadaan darurat massih dapat membuktikan, sanggup menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, yang berbeda-beda suku dan agamanya, akan tetapi tetap bersatu kokoh dalam Bhineka Tunggal Ika.
DAFTAR PEKAN OLAHRAGA NASIONAL (PON) SEJAK PERTAMA DIADAKAN HINGGA SAAT INI
PON ke Tuan rumah Provinsi Tanggal, Bulan, Tahun Juara umum
I Surakarta (Solo) Jawa Tengah 8 s/d 12 September 1948 Jawa Tengah
II Jakarta Jakarta 21 s/d 28 Oktober 1951 Jawa Barat
III Medan Sumatera Utara 20 s/d 27 September 1953 Jawa Barat
IV Makassar Sulawesi Selatan 27 September s/d 6 Oktober 1957 Jakarta
V Bandung Jawa Barat 23 September s/d 1 Oktober 1961 Jawa Barat
VI1 Jakarta Jakarta 8 Oktober s/d 10 November 1965 -
VII Surabaya Jawa Timur 26 Agustus s/d 6 September 1969 Jakarta
VIII Jakarta Jakarta 4 Agustus s/d 15 Agustus 1973 Jakarta
IX Jakarta Jakarta 23 Juli s/d 3 Agustus 1977 Jakarta
X Jakarta Jakarta 19 September s/d 30 September 1981 Jakarta
XI Jakarta Jakarta 9 September s/d 20 September 1985 Jakarta
XII Jakarta Jakarta 18 Oktober s/d 28 Oktober 1989 Jakarta
XIII Jakarta Jakarta 9 September s/d 19 September 1993 Jakarta
XIV Jakarta Jakarta 9 September s/d 25 September 1996 Jakarta
XV Surabaya Jawa Timur 19 Juni s/d 1 Juli 2000 Jawa Timur
XVI Palembang Sumatera Selatan 2 September s/d 14 September 2004 Jakarta
XVII Samarinda Kalimantan Timur 6 Juli s/d 17 Juli 2008 Jawa Timur
XVIII Pekan Baru Riau 2012 Belum berlangsung
Keterangan : VI1 dibatalkan karena terjadi peristiwa G 30 S
Sejarah Atletik
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan modern manusia tidak dapat dipisahkan dari olahraga, baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Olahraga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Melalui olahraga dapat dibentuk manusia yang sehat jasmani, rohani serta mempunyai kepribadian, disiplin, sportifitas yang tinggi sehingga pada akhirnya akan terbentuk manusia yang berkualitas. Suatu kenyataan yang bisa diamati dalam dunia olahraga, menunjukkan kecenderungan adanya peningkatan prestasi olahraga yang pesat dari waktu kewaktu baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional. Hal ini dapat dilihat dari pemecahan- pemecahan rekor yang terus dilakukan pada cabang olahraga tertentu, penampilan tehnik yang efektif dan efisien dengan ditunjang oleh kondisi fisik yang baik.
Dengan adanya kecendrungan prestasi yang meningkat, maka untuk berpartisipasi dan bersaing antar atlet dalam kegiatan olahraga prestasi harus dikembangkan kualitas fisik, tehnik, psikologi dan sosial yang dituntut oleh cabang olahraga tertentu. Oleh karena itu melalui pengembangan dan pembinaan di masyarakat, olahraga wajib diajarkan di sekolah-sekolah dari sekolah tingkat dasar, sekolah tingkat pertama sampai dengan sekolah tingkat menengah.
BAB II
Sejarah Perkembangan Atletik
A. Sejarah Atletik
Pada zaman Yunani, berlari bukan saja kegiatan keagamaan tetapi juga dipertarungkan untuk memperoleh hadiah dari sang raja. Bahkan untuk mencapainya bukan saja melalui kemenangan, tetapi kadang-kadang juga kematian bagi yang kalah. Yunani terkenal berkebudayaan tinggi itu dan mengubah dan menata peraturan demi pertumbuhan atletik. Akhirnya perlombaan tidak lagi harus berakhir secara tragis. Peserta perlombaan baik juara maupun yang kalah, tetap bersahabat sesuai pertarungan itu.
Cabang atletik adalah olahraga yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kegiatan alami manusia. Berlari, meloncat dan melempar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah panjang kehidupan manusia.
Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade Ada beberapa “Games” yang digelar selama era klasik Eropa : Panhellenik Games:
The Pythian Games (dimulai6 Sebelum Masehi) digelar di Argolid setiap dua tahun. The Isthmian Games (dimulai 523 Sebelum Masehi) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun. The Roman Games – Berasal dari akar Yunani murni, Roman Games memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang nuga sama-sama 527 Sebelum Masehi) digelar di Delphi tiap empat tahun. The Nemean Games (dimulai 51 memakai panggung.
Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
Di abad 19 organisasi formal dari event moderen dimulai. Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Royal Millitary College di Sandhurst mengklaim menggunakan ini pertamakali di tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertemuan yang paling tua diadakan di Shrewsbury, Shropshire di 1840 oleh Royal Shrewsbury School Hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yang ditulis 60 tahun kemudian oleh C.T Robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Royal Military Academy dimana Woolwich menyelenggarakan sebuah kompetisi yang diorganisisr pada tahun 1849, tetapi seri reguler pertama dari pertemuan digelar di Exeter College, Oxford dari 1850.
Atletik moderen biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat didalam trek. Atletik termasuk didalam Olimpiade moderen di tahun 1896 dan membentuk dasar-dasarnya kemudian Wanita pertamakali dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah badan pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer.
AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa moderen, atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada seelumnya.
Atletik Dalam dunia olahraga, dikenal banyak sekali cabang olahraga, antara lain adalah atletik, permainan, senam dan beladiri. Dari keempat cabang olahraga tersebut, atletik mempunyai peranan penting, karena gerakan-gerakannya merupakan gerakan dasar bagi cabang olahraga lainnya. Atletik menurut Aip Syarifuddin (1992 :2) berasal dari bahasa Yunani, yaitu Athlon yang artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan atau perjuangan, sedangkan orang yang melakukannya dinamakan Athleta (Atlet). Dengan demikian dapatlah dikemukakan, bahwa atetik adalah salah satu cabang yang dipertandingkan atau diperlombakan yang meliputi atas nomor-nomor jalan, lari, lompat dan lempar.
Atletik merupakan dasar untuk melakukan bentuk-bentuk gerakan yang terdapat didalam cabang olahraga yang lainnya. Dengan mengikuti kegiatan latihan atletik, akan dapat diperoleh berbagai pengalaman yang sangat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan, karena didalam melakukan kegiatan atletik akan dilatih kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, ketepatan, daya tekan, koordinasi gerak, keuletan, kedisiplinan dan percaya diri serta bertanggung jawab (Aip Syarifuddin dan Muhadi, 1992/1993 : 60).
Dalam cabang olahraga atletik ada empat nomor lompat yaitu nomor lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi dan lompat tinggi galah. Lompat jauh merupakan salah satu nomor atletik yang wajib diajarkan di SD, SMP dan SMA.
a. Lompat Jauh
Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat dari cabang olahraga atletik. Lompat jauh menurut Aip Syarifuddin (1992 : 90) didefinisikan sebagai suatu bentuk gerakan melompat, mengangkat kaki keatas kedepan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin diudara (melayang diudara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.
Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat menggunakan tumpuan satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Sasaran dan tujuan lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin kesebuah letak pendaratan atau bak lompat. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai batas terdekat dari letak pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh. Menurut Engkos Kosasih (1985:67) bahwa yang menjadi tujuan lompat jauh adalah mencapai jarak lompatan yang sejauh-jauhnya yang mempunyai empat unsur gerakan yaitu : awalan; tolakan; sikap badan di udara; sikap badan pada waktu jatuh atau mendarat. Dalam hal yang sama Yusuf Adisasmita (1992:65) berpendapat bahwa keempat unsur ini merupakan suatu kesatuan, yaitu urutan gerakan lompat yang tidak terputus. Dalam lompat jauh terdapat beberapa macam gaya yang umum dipergunakan oleh para pelompat, yaitu : gaya jongkok, gaya menggantung atau disebut juga gaya lenting dan gaya jalan di udara. Perbedaan antara gaya lompatan yang satu dengan yang lainnya, ditandai oleh keadaan sikap badan si pelompat pada waktu melayang di udara (Aip Syarifuddin, 1992 : 93). Jadi mengenai awalan tumpuan / tolakan dan cara melakukan pendaratan dari ketiga gaya tersebut pada prinsipnya sama. Salah satu gaya yang digunakan dalam penelitian ini adalah gaya jongkok. Disebut gaya jongkok karena gerak dan sikap sewaktu badan berada diudara seperti orang jongkok ( Tamsir Riyadi, 1985: 98).
Untuk memperoleh hasil yang optimal dalam lompat jauh selain pelompat harus memiliki kondisi fisik yang baik, juga harus memahami dan mengusai tehnik untuk melakukan gerakan lompat jauh tersebut. Bernhard (1993 : 45) menyatakan bahwa unsur-unsur dalam mencapai prestasi lompat jauh yang maksimal adalah: 1) faktor kondisi fisik terutama kecepatan tenaga lompatan dan tujuan yang diarahkan pada ketrampilan, 2) faktor tehnik ancang-ancang, persiapan dan perpindahan fase melayang dan pendaratan.
Dari pendapat di atas dapat dikatakan bahwa dalam lompat jauh terkandung unsur-unsur kondisi fisik yang meliputi : kecepatan, tenaga ledak otot tungkai yang mengarah pada ketrampilan.
b. Teknik Lompat Jauh
• Awalan
Awalan adalah langkah utama yang diperlukan oleh pelompat untuk memperoleh kecepatan pada waktu akan melompat. Seperti dikatakan Aip Syarifuddin (1992 : 90) awalan merupakan gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melakukan tolakan (lompatan). Jarak awalan yang biasa dan umum digunakan oleh para pelompat (atlet) dalam perlombaan lompat jauh adalah : 1) untuk putra antara 40 m sampai 50 m; 2) untuk putri antara 30 m sampai dengan 45 m. Akan tetapi di dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, terutama di SD hendaknya disesuaikan dengan kemampuan anak-anak SD. Misalnya antara 15 m sampai 20 m atau antara 15 m sampai 25 m. Menurut Engkos kosasih (1985 : 67) awalan harus dilakukan dengan secepat-cepatnya serta jangan merubah langkah pada saat melompat. Menurut Aip Syarifuddin (1992 : 91) agar dapat menghasilkan daya tolakan yang besar, maka langkah dan awalan harus dilakukan dengan mantap dan menghentak-hentak (dinamis step). Untuk itu dalam melakukan lari awalan, bukan hanya kecepatan lari saja yang dibutuhkan, akan tetapi ketepatan langkah juga sangat dibutuhkan sebelum melakukan tolakan.
• Tumpuan atau Tolakan
Tumpuan atau tolakan adalah gerakan menolak sekuat-kuatnya dengan kaki yang terkuat, yaitu meneruskan kecepatan horizontal ke kekuatan vertical yang dilakukan secara cepat. Menurut Engkos Kosasih (1985 : 67) tolakan yaitu menolak sekuat-kuatnya pada papan tolakan dengan kaki terkuat ke atas (tinggi dan ke depan). Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa melakukan tolakan berarti jarak merubah kecepatan horizontal menjadi kecepatan vertical.
B. Perincian Nomor-Nomor Atletik
Pada perkembangannya, atletik dibagi dalam 4 nomor pokok, yaitu:
1. nomor lari
2. nomor lompat
3. nomor lempar
4. nomor jalan
1. Nomor lari
Nomor lari dibagi 3 bagian, yaitu lari jarak pendek, menengah, dan jauh.
• Nomor-nomor lari jarak pendek
100 m, 200 m, 400 m, 110 m gawang, 100 m gawang, 400 m gawang, 4 x 100 m, 4 x 400 m.
• Nomor-nomor lari jarak menengah
800 m, 1500 m, 3000 m, 3000 m steeplechase.
• Nomor-nomor lari jarak jauh
5000 m, 10.000 m, 42,195 m (marathon).
2. Nomor-nomor lompat
Lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, dan lompat tinggi galah.
3. Nomor-nomor lempar
Lempar cakram, lempar lembing, tolak peluru, lontar martil.
4. Nomor-nomor jalan cepat
5 km, 10 km, 20 km, dan 50 km.
C. Tolak Peluru
Tolak peluru diadakan sebagai nomor terpisah untuk putra dan putri dan juga sebagai bagian dari dasalomba dan saptalomba. Selama bertahun-tahun nomor ini telah didominasi oleh atlet yang bertubuh besar dan kuat.
Kemajuan terbesar dalam teknik tolak peluru terjadi pada tahun 1950, ketika Parry O’Brien memulai tolakannya menghadap bagian belakang ring. Metode ini yang kemudian dikenal sebagai teknik O’Brien atau lebih dikenal dengan teknik meluncur, yang digunakan oleh mayoritas atlet tolak peluru.
Teknik yang mendapat popularitas adalah teknik berputar, yang menggunakan putaran seperti lempar cakram melintasi ring tolak peluru, bukan bergerak ke belakang atau meluncur yang mencirikan teknik O’Brien. Kedua teknik ini sama-sama mencapai keberhasilan.
Teknik berputar lebih sulit untuk dikuasai daripada teknik meluncur karena teknik ini harus dilakukan dalam batasan ring tolak peluru (dengan diameter 2.135 meter atau 7 kaki) dan karena gerakan berputar membuat control peluru menjadi lebih sulit.
D. Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan
Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim indoor,selama musim dingin dan musim outdoor, digelar selama musim semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah 200m dan terdiri dari empat atau enam jalur. Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan indoor atlet berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari 100m dan 110/100m haling rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m hlang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m haling rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m, jalan cepat 300m, dan 400m haling rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pernah dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York) lintasan indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi, ini sangat jarang terjadi. Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m dibandingkan 400m yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus indoor dua-duanya dilombakan.
Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat tinggi, lompat galah, lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing, lempar bola besi dan tolak peluru ditambahkan hanya untu event outdoor, dimana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam stadion indoor pada perlombaan tersebut. Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adakah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkn di Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon
E. Lintasan dan Lapangan Luar Ruangan
Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi. Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m. Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yard dimana ada beberapa lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard karena keadaan geografis. Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. Jalur ini isa ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum dimana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untuk American Football, sepak bola, atau lacrosse. Lapangan di dalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat diaman tim menggelar kamping selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan.
F. Event
Ada variasi lain selain yang ditulis dibawah, tetapi lomba dengan panjang tidak biasa (contohnya 300m) dilangsungkan lebih jarang. Balapan yang tidak lazim biasanya digelar selama musim indoor karena lintasan 200m dalam ruangan. Dengan pengecualian lari mil, lomba berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar di lintasan sejak kebanyakan lintasan diubah dari seperempat mil (402,3m) ke 400m. Hampir semua catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak dilangsungkan kembali. Bagaimanapun, IAAF dalam buku rekornya masih memasukan rekor dunia mil (dipegang oleh Hicham El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dari Rusia untuk wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.
a) Event Lintasan –event lari di lintasan 400m.
o Sprint: event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya di dalam ruangan), 100m, 200m dan 400m.
o Jarak Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.
b) Lari berintang – lomba (biasanya 300m) dimana pelarinya harus melewati rintangan seperti penghalang dan rintangan air.
o jarak Jauh: berlari diatas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.
o Halang Rintang: 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk wanita) dan 400 m haling rintang menengah (300 m di beberapa SMA).
o Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet , 4 x 200 m estafet , 4 x 800 m estafet, dll. Beberapa event, seperti estafet medley, jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.
c) Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan terbuka, tapi biasanya diakhiri di lintasan. Event biasa adalah 5km, 10km, setengah marathon dan marathon.
d) lomba jalan cepat event biasa adalah 10km, 20 km dan 50 km.
e) Event lapangan
o Event melempar
tolak peluru
lempar peluru
lempar lembing
lempar cakram
o Event lompat
lompat tinggi
lompat galah
lompat jauh
lompat ganda
o yang sangat tidak biasa
lompat tinggi berdiri
lompat jauh berdiri
lompat ganda berdiri
f) Event ganda atau kombinasi
o Triathlon / Trilomba
o Pentathlon / Pancalomba
o Heptathlon
o Decathlon / Dasalomba
G. Nilai – Nilai Atletik
a. Tanggung Jawab
b. Suka bekerjasama
c. Toleransi
d. Tolong menolong
e. Melaksanakan keputusan bersama
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya kecendrungan prestasi yang meningkat, maka untuk berpartisipasi dan bersaing antar atlet dalam kegiatan olahraga prestasi harus dikembangkan kualitas fisik, tehnik, psikologi dan sosial yang dituntut oleh cabang olahraga tertentu. Oleh karena itu melalui pengembangan dan pembinaan di masyarakat, olahraga wajib diajarkan di sekolah-sekolah dari sekolah tingkat dasar, sekolah tingkat pertama sampai dengan sekolah tingkat menengah.
Atletik merupakan dasar untuk melakukan bentuk-bentuk gerakan yang terdapat didalam cabang olahraga yang lainnya. Dengan mengikuti kegiatan latihan atletik, akan dapat diperoleh berbagai pengalaman yang sangat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan, karena didalam melakukan kegiatan atletik akan dilatih kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan, ketepatan, daya tekan, koordinasi gerak, keuletan, kedisiplinan dan percaya diri serta bertanggung jawab (Aip Syarifuddin dan Muhadi, 1992/1993 : 60).
Dalam cabang olahraga atletik ada empat nomor lompat yaitu nomor lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi dan lompat tinggi galah. Lompat jauh merupakan salah satu nomor atletik yang wajib diajarkan di SD, SMP dan SMA.:Lompat Jauh , Teknik Lompat Jauh.
B. Penutup
Terimakasih kepada Bapak Dosen selama pembuatan makalah ini, dapat menyempatkan waktu untuk bersosialisasi tentang makalah saya.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/sport/2084000-sejarah atletik/#ixzz1g6Jkxr5b
Aip Syarifuddin dan Muhadi. 1992/1993.Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Depdikbud.
Carr, Gerry. 2000. Atletik (Edisi Terjemahan). Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Johor, Zainul. 2009. Pembelajaran Atletik. Malang : Wineka Media
Rabu, 31 Agustus 2011
syarat Bagi Wasit Permainan Bola Basket
Travelling dilakukan dengan cara memutar kedua lengan dengan sikap telapak tangan mengepal.
Illegal dribble dilakukan dengan gerakan menepuk-nepuk kedua tangan.
Personal foul dilakukan dengan cara mengangkat lengan ke atas dengan sikap telapak tangan mengepal.
Personal foul no free throws dilakukan dengan cara menunjuk ke arah pinggir lapangan.
Free throws penalty dilakukan dengan cara menunjuk ke arah free throws line atau garis tembakan hukuman.
To designate offender dilakukan dengan cara mengangkat jari tangan menunjukkan nomor pemain.
Pushing dilakukan dengan isyarat bahwa ada dorongan terhadap lawan main.
Illegal off hands dilakukan dengan isyarat pelanggaran memukul pergelangan tangan lawan.
Blocking dilakukan dengan cara bertolak pinggang.
Charging dilakukan dengan cara kepalan tangan kanan ke arah telapak tangan kiri.
Foul by team in control of the ball dilakukan dengan cara kepalan tangan kanan ke arah basket regu yang bersalah.
Technical foul dilakukan dengan bentuk "T" telapak tangan kanan ke depan.
Intentional foul dilakukan dengan cara tangan kiri menopang atau memegang pergelangan tangan kanan.
Disoulifying foul dilakukan dengan cara kedua kepalan tangan ke atas kepala.
Double foul dilakukan dengan cara kedua kepalan tangan diayunkan bersilang di atas kepala.
Three free throws dilakukan dengan cara tiga jari kedua tangan di acungkan ke atas.
Two free throws dilakukan dengan cara kedua telapak tangan terbuka diacungkan ke atas.
One free throws dilakukan dengan cara telunjuk tangan kanan diacungkan ke atas.
One and one penalty dilakukan dengan cara kedua telunjuk tangan kanan dan kiri diacungkan ke atas.
Resetting of 30 second clock dilakukan dengan cara telunjuk tangan kanan diputar.
Illegal dribble dilakukan dengan gerakan menepuk-nepuk kedua tangan.
Personal foul dilakukan dengan cara mengangkat lengan ke atas dengan sikap telapak tangan mengepal.
Personal foul no free throws dilakukan dengan cara menunjuk ke arah pinggir lapangan.
Free throws penalty dilakukan dengan cara menunjuk ke arah free throws line atau garis tembakan hukuman.
To designate offender dilakukan dengan cara mengangkat jari tangan menunjukkan nomor pemain.
Pushing dilakukan dengan isyarat bahwa ada dorongan terhadap lawan main.
Illegal off hands dilakukan dengan isyarat pelanggaran memukul pergelangan tangan lawan.
Blocking dilakukan dengan cara bertolak pinggang.
Charging dilakukan dengan cara kepalan tangan kanan ke arah telapak tangan kiri.
Foul by team in control of the ball dilakukan dengan cara kepalan tangan kanan ke arah basket regu yang bersalah.
Technical foul dilakukan dengan bentuk "T" telapak tangan kanan ke depan.
Intentional foul dilakukan dengan cara tangan kiri menopang atau memegang pergelangan tangan kanan.
Disoulifying foul dilakukan dengan cara kedua kepalan tangan ke atas kepala.
Double foul dilakukan dengan cara kedua kepalan tangan diayunkan bersilang di atas kepala.
Three free throws dilakukan dengan cara tiga jari kedua tangan di acungkan ke atas.
Two free throws dilakukan dengan cara kedua telapak tangan terbuka diacungkan ke atas.
One free throws dilakukan dengan cara telunjuk tangan kanan diacungkan ke atas.
One and one penalty dilakukan dengan cara kedua telunjuk tangan kanan dan kiri diacungkan ke atas.
Resetting of 30 second clock dilakukan dengan cara telunjuk tangan kanan diputar.
Minggu, 28 Agustus 2011
SEPAK BOLA
PERMAINAN BOLA BESAR
A. SEPAK BOLA
1. Pola Penyerangan dan Pola Pertahanan
a . Pola Penyerangan
Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah memasukan bola ke gawang lawan. Teknik permainan yang tinggi dengan control bola yang baik, kerjasama yang terjalin rapi, semangat yang tinggi, daya tahan yang prima dan factor keberuntungan menjadikan sebuah tim dapat memenangkan pertandingan. Semua usahatersebut bertujuan untuk dapat menghasilkan permainan yang baik sehingga dapat mencetak gol. Kemungkinan mencetak dapat mencetak gol jika dapat melakukan pola penyerangan yang baik.
Penyerangan bertujuan untukmemasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya. Pola penyerangan dapat dijalankan oleh suatu kesebelasan apabila mereka sedang mengendalikan permainan di lapangan. Tajamnya serangan dapat menentukan keberhasilan kesebelasan tersebut, baik secara individu maupun kerjasama tim. Selain itu, yang diperlukan dalammeyususn pola penyerangan adalah sebagaiberikut:
1) Adanya pemain yang bertugas sebagai pengatur serangan.
2) Adanya pemain yang bertugas sebagai pembantu serangan.
3) Adanya pemain yang bertugas sebagai penembak utama untuk mencetak gol (gol getter).
4) Adanya pemain yang bertugas sebagai pemancing lawan bertahan, agar teman satu timdapat menerobos ke daerah lawan.
Supaya pihak lawan mendapat tekanan, maka pola penyerangan yang digunakan harus dibuat sedemikian rupa dengan kombinasi serangan yang bervariasi. Selain itu, penyerang harus mencari titik-titik terlemah darilawan. Polapenyerangan dalam permainan sepakbola yang sering digunakan adalah sebagai berikut:
1) Pola melakukan gerakan tersususn.
2) Pola bermain menghadapi pertahanan sekuat tembok.
3) Pola mencari ruang kosong.
Untuk dapat melakukan pola penyerangan yang baik dan dapat menghasilkan gol, maka dibutuhkan adanya koordinasi antar pemain perlini, baik belakang, tengah maupun depan. Karena keberhasilan sebuah tim dalam memenangkan suatu pertandinagn adalah keberhasilan bersama semua pemain bukan keberhasilan individu pemain.
b . Pola Pertahanan
Pertahanan bertujuan untuk merampas bola dan mempertahankan wilayah, sehingga tidak terjadi gol. Pertahanan dapat dijalankan ketika sedang mendapatkan tekanan dari lawan (pressing). Berdasarkan cara melakukannya, pertahanan dapat dibedakan menjadi:
1) Pola pertahanan dengan “ Man to Man “
Man to man artinya cara bertahan satu lawan satu yang dilakukan didaerah pertahanan. Setiap pemain yangmasuk kedaerah. Yang dijaga harus dikawal denganketat kemanapun dia bergerak didalam daerah yang harus dipertahankan. Jika pemain penyerang keluar dari daerah yang dijaganya, maka menjaga bukan tugasnya lagi. Akan tetapi, penjaga tersebut harus selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan adanya pemain lain yang masuk kedaerah yang dijaganya. Pola pertahanan dapat diterapkan jika para pemain mempunyai teknik dan fisik yang baik dan prima.
2) Pola pertahanan daerah ( Zone Marking)
Pola pertahanan Zone Marking adalah bertahan di aderahnya sendiri dengan cara membentuk formasi. Prinsip pertahanan zone marking adalah sebagai berikut:
a) Dibutuhkan kerjasama tim yang baik.
b) Dapat menghambat gerakan pemain penyerang.
c) Mengamankan daerah pertahanan dari tekanan serangan lawan.
d) Pola pertahanan harus berlapis sehingga sulit ditembus penyerang lawan
e) Pola penyerangan harus membentuk formasi yangkokoh.
f) Pertahanan harus dapat mendorong pemain lawan untuk kembali kedaerah sendiri.
3) Pola pertahanan Kombinasi “ Man to Man & Zone Marking”
Pola pertahanan ini adalah pola pertahanan yang paling kompleks. Artinya setiap pemain menjaga lawannya dan dengan tiba-tiba berpindah tempat.kemudian tugasnya diserahkan kepada temannya yanglebih dekat. Pertahanan ini akan berhasil dengan baik apabila ada koordinasi antar pemain dan ada tanggung jawab pemain perlini akan daerahnya masing-masing.
2. Perwasitan Dalam Sepak Bola
a . Syarat-syarat Menjadi Wasit
Untuk menjadi wasit harusmemenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Berbadan sehat menurut keterangan dokter (tidak berkacamata, tidak buta warna, dan penglihatan baik.
2) Umur antara 24 sampai 40 tahun.
3) Berijazah SMA atau sederajat.
4) Memahami dan melaksanakan janji wasit
5) Mengetahui dan memahami peraturan sepak bola dengan baik.
b . Perlengkapan wasit
1) Perlengkapan pakian dan sepatu bola yang lengkap.
2) Peluit
3) Notes dan alat tulis
4) Pencatat waktu (jam, stop watch)
5) Koin untuk undian.
6) Kartu merah dan kartu kuning.
c . Kerjasama Antara Wasit, Hakim Garis, dan Wasit Cadangan
Dalam memimpin suatu pertandingan wasit dibantu oleh 2 orang hakim garis dan 1 wasit cadangan. Tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dimulai setelah memasuki lapanganpermainan. Wasit dan hakim garis harus saling bekerjasama yang baik dalam menjalankan tugasnya, supaya pertandingan dapat berjalan dengan baik dan lancer. Berhasil atau tidaknya seorang wasit dalam memimpin tergantung dari kerjasama pengadil dilapangan tersebut.
1) Tugas Seorang Wasit
a) Menegakkan dan menjalankan peraturan.
b) Membuat putusan yang memihak pada tim yang membuat pelanggaran.
c) Membuat catatan jalannya pertandingan.
d) Memberikan tendangan bebas langsung atau tidak langsung.
e) Memberikan hukuman tendangan (penalty kick).
f) Memberikan teguran dan peringatan pada pemain yangmembuat pelanggaran.
g) Menghentikan permainan untuk sementara atau seterusnya.
h) Menentukan bola sesuai dengan syarat atau standar tidak.
2) Tugas Hakim Garis
a) Membantu tugas wasit dengan berpegang teguh pada peraturan-peraturan yang berlaku.
b) Memberi isyarat kepada wasit dalam hal-hal sebagai berikut:
• Menentukan arah bola (trow in, corner kick, goal kick)
• Menentukan seorang pemain off-side atau tidak.
3) Tugas Wasit Cadangan
a) Menggantikan wasit atau hakim garis apabila ada yang berhalangan.
b) Mengurusi pergantian pemain.
c) Memberi isyarat padawasit jika pertandingan sudah selesai.
d) Mengatur official adan pemain pangganti.
e) Menerima isyarat dari wasit tentang penghentian pertandingan.
f) Memberikan pendapatnya bila diminta oleh wasit utama.
d . Posisi Wasit dan Hakim Garis
Agar wasit dapat mengamati pertandingan dengan cermat,maka wasit dan pembantu wasit perlu menempatkan diri di tempat yang benar, sehingga semua kejadian penting dapat diamati dengan baik. Kejadian itu seperti; permulaan pertandingan, tendangan sudut, tendangan gawang, tendangan hukuman, dll.
e . Isyarat-Isyarat Wasit dan Hakim Garis
Isyarat ialah suatu tanda berkenaan dengan permainan. Dalampermainan sepak bola isyarat tersebut dapat diberikan oleh wasit atau hakim garis, atau wasit pengganti.
1) Isyarat Wasit
Isyarat wasit dapat berupa peluit dan gerakan tangan, yaitu:
a) Bunyi Peluit
Bunyi peluit dari wasit umunya ada 2 macam yang didasarkan atas tujuan atau keguanaannya. Bunyi peluit dua kali pendek yang diikuti panjang, ini digunakan wasit sebagai isyarat dalamhal-hal sebagai berikut:
• Agar para pemain siap untuk memasuki lapangan permainan.
• Permainan dalam babak 1 selesai.
• Permainan dalam babak 2 selasai.
Bunyi peluit panjang satu kali,ini digunakan wasit sebagai isyarat dalam hal-hal berikut:
• Permainan dapat dimulai.
• Penghentian permainan untuk sementara karena ada kejadian
- Terjadi pelanggaran atas peraturan permainan.
- Bola keluar lapangan.
- Terjadi gol.
- Ada pemain yang cidera.
- Gangguan oleh cuaca atau penonton.
b) Gerakan Tangan
Untuk lebih memperjelas keputusannya isyarat wasit yang berupa bunyi peluit akan diikuti dengan gerakan tangan sebagai isyarat. Isyarat tangan itu diantaranya:
• Mengankat salah satu tangan lurus ke atas baik tangan kanan atau kiri berarti “ terjadi pelanggaran dengan hukuman tendangan bebas tidak langsung “.
• Mengangkat kedua tangan didepan dada menghadap kebawah dan digerakkan menyilang berarti “ tidak terjadi pelanggaran “.
• Kedua tangan menggantung sejajar disamping badan dengan telapak tanganmenghadap kedepan selanjutnta digerakan ke depan berarti “ meminta pemain untuk mundur ke belakang “.
• Salah satu tanganmenunjuk titik tengah berarti “ terjadi bola masuk kegawang/gol secara sah”.
• Salah satu tanganmenunjuk ke suatu tempat,sedang tangan yanglain menunjuk ke suatu arah, berarti “ menunjukkan tempat terjadinya pelanggaran dan arah bola “.
• Pada permulaan permainan wasit mengangkat salah satu tangan kea rah hakim garis dan pemain, berarti “ meminta yang bersangkutan siap untukmemulaipertandingan “.
2) Isyarat Hakim Garis
Untuk memberikan isyarat hakim garis menggunakan bendera. Isyarat itu adalah:
a) Mengangkat bendera lurus ke atas, berarti “ memberitahu kepada wasit untuk menghentikan permainan, karena bola keluar atau ada kejadian ataupun terjadi pelanggran, dengan menunjukkan bendera kearah tempat tersebut.
3) Isyarat Wasit Cadanagan
Isyarat dari wasit cadangan diberikan dari luar lapangan.isyarat itu antara lain:
a) Adanya pergantian pemain
b) Memberitahukan sisa waktu pertandingan
f . Isyarat-Isyarat Wasit Dalam Pertandingan
A. SEPAK BOLA
1. Pola Penyerangan dan Pola Pertahanan
a . Pola Penyerangan
Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah memasukan bola ke gawang lawan. Teknik permainan yang tinggi dengan control bola yang baik, kerjasama yang terjalin rapi, semangat yang tinggi, daya tahan yang prima dan factor keberuntungan menjadikan sebuah tim dapat memenangkan pertandingan. Semua usahatersebut bertujuan untuk dapat menghasilkan permainan yang baik sehingga dapat mencetak gol. Kemungkinan mencetak dapat mencetak gol jika dapat melakukan pola penyerangan yang baik.
Penyerangan bertujuan untukmemasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya. Pola penyerangan dapat dijalankan oleh suatu kesebelasan apabila mereka sedang mengendalikan permainan di lapangan. Tajamnya serangan dapat menentukan keberhasilan kesebelasan tersebut, baik secara individu maupun kerjasama tim. Selain itu, yang diperlukan dalammeyususn pola penyerangan adalah sebagaiberikut:
1) Adanya pemain yang bertugas sebagai pengatur serangan.
2) Adanya pemain yang bertugas sebagai pembantu serangan.
3) Adanya pemain yang bertugas sebagai penembak utama untuk mencetak gol (gol getter).
4) Adanya pemain yang bertugas sebagai pemancing lawan bertahan, agar teman satu timdapat menerobos ke daerah lawan.
Supaya pihak lawan mendapat tekanan, maka pola penyerangan yang digunakan harus dibuat sedemikian rupa dengan kombinasi serangan yang bervariasi. Selain itu, penyerang harus mencari titik-titik terlemah darilawan. Polapenyerangan dalam permainan sepakbola yang sering digunakan adalah sebagai berikut:
1) Pola melakukan gerakan tersususn.
2) Pola bermain menghadapi pertahanan sekuat tembok.
3) Pola mencari ruang kosong.
Untuk dapat melakukan pola penyerangan yang baik dan dapat menghasilkan gol, maka dibutuhkan adanya koordinasi antar pemain perlini, baik belakang, tengah maupun depan. Karena keberhasilan sebuah tim dalam memenangkan suatu pertandinagn adalah keberhasilan bersama semua pemain bukan keberhasilan individu pemain.
b . Pola Pertahanan
Pertahanan bertujuan untuk merampas bola dan mempertahankan wilayah, sehingga tidak terjadi gol. Pertahanan dapat dijalankan ketika sedang mendapatkan tekanan dari lawan (pressing). Berdasarkan cara melakukannya, pertahanan dapat dibedakan menjadi:
1) Pola pertahanan dengan “ Man to Man “
Man to man artinya cara bertahan satu lawan satu yang dilakukan didaerah pertahanan. Setiap pemain yangmasuk kedaerah. Yang dijaga harus dikawal denganketat kemanapun dia bergerak didalam daerah yang harus dipertahankan. Jika pemain penyerang keluar dari daerah yang dijaganya, maka menjaga bukan tugasnya lagi. Akan tetapi, penjaga tersebut harus selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan adanya pemain lain yang masuk kedaerah yang dijaganya. Pola pertahanan dapat diterapkan jika para pemain mempunyai teknik dan fisik yang baik dan prima.
2) Pola pertahanan daerah ( Zone Marking)
Pola pertahanan Zone Marking adalah bertahan di aderahnya sendiri dengan cara membentuk formasi. Prinsip pertahanan zone marking adalah sebagai berikut:
a) Dibutuhkan kerjasama tim yang baik.
b) Dapat menghambat gerakan pemain penyerang.
c) Mengamankan daerah pertahanan dari tekanan serangan lawan.
d) Pola pertahanan harus berlapis sehingga sulit ditembus penyerang lawan
e) Pola penyerangan harus membentuk formasi yangkokoh.
f) Pertahanan harus dapat mendorong pemain lawan untuk kembali kedaerah sendiri.
3) Pola pertahanan Kombinasi “ Man to Man & Zone Marking”
Pola pertahanan ini adalah pola pertahanan yang paling kompleks. Artinya setiap pemain menjaga lawannya dan dengan tiba-tiba berpindah tempat.kemudian tugasnya diserahkan kepada temannya yanglebih dekat. Pertahanan ini akan berhasil dengan baik apabila ada koordinasi antar pemain dan ada tanggung jawab pemain perlini akan daerahnya masing-masing.
2. Perwasitan Dalam Sepak Bola
a . Syarat-syarat Menjadi Wasit
Untuk menjadi wasit harusmemenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Berbadan sehat menurut keterangan dokter (tidak berkacamata, tidak buta warna, dan penglihatan baik.
2) Umur antara 24 sampai 40 tahun.
3) Berijazah SMA atau sederajat.
4) Memahami dan melaksanakan janji wasit
5) Mengetahui dan memahami peraturan sepak bola dengan baik.
b . Perlengkapan wasit
1) Perlengkapan pakian dan sepatu bola yang lengkap.
2) Peluit
3) Notes dan alat tulis
4) Pencatat waktu (jam, stop watch)
5) Koin untuk undian.
6) Kartu merah dan kartu kuning.
c . Kerjasama Antara Wasit, Hakim Garis, dan Wasit Cadangan
Dalam memimpin suatu pertandingan wasit dibantu oleh 2 orang hakim garis dan 1 wasit cadangan. Tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dimulai setelah memasuki lapanganpermainan. Wasit dan hakim garis harus saling bekerjasama yang baik dalam menjalankan tugasnya, supaya pertandingan dapat berjalan dengan baik dan lancer. Berhasil atau tidaknya seorang wasit dalam memimpin tergantung dari kerjasama pengadil dilapangan tersebut.
1) Tugas Seorang Wasit
a) Menegakkan dan menjalankan peraturan.
b) Membuat putusan yang memihak pada tim yang membuat pelanggaran.
c) Membuat catatan jalannya pertandingan.
d) Memberikan tendangan bebas langsung atau tidak langsung.
e) Memberikan hukuman tendangan (penalty kick).
f) Memberikan teguran dan peringatan pada pemain yangmembuat pelanggaran.
g) Menghentikan permainan untuk sementara atau seterusnya.
h) Menentukan bola sesuai dengan syarat atau standar tidak.
2) Tugas Hakim Garis
a) Membantu tugas wasit dengan berpegang teguh pada peraturan-peraturan yang berlaku.
b) Memberi isyarat kepada wasit dalam hal-hal sebagai berikut:
• Menentukan arah bola (trow in, corner kick, goal kick)
• Menentukan seorang pemain off-side atau tidak.
3) Tugas Wasit Cadangan
a) Menggantikan wasit atau hakim garis apabila ada yang berhalangan.
b) Mengurusi pergantian pemain.
c) Memberi isyarat padawasit jika pertandingan sudah selesai.
d) Mengatur official adan pemain pangganti.
e) Menerima isyarat dari wasit tentang penghentian pertandingan.
f) Memberikan pendapatnya bila diminta oleh wasit utama.
d . Posisi Wasit dan Hakim Garis
Agar wasit dapat mengamati pertandingan dengan cermat,maka wasit dan pembantu wasit perlu menempatkan diri di tempat yang benar, sehingga semua kejadian penting dapat diamati dengan baik. Kejadian itu seperti; permulaan pertandingan, tendangan sudut, tendangan gawang, tendangan hukuman, dll.
e . Isyarat-Isyarat Wasit dan Hakim Garis
Isyarat ialah suatu tanda berkenaan dengan permainan. Dalampermainan sepak bola isyarat tersebut dapat diberikan oleh wasit atau hakim garis, atau wasit pengganti.
1) Isyarat Wasit
Isyarat wasit dapat berupa peluit dan gerakan tangan, yaitu:
a) Bunyi Peluit
Bunyi peluit dari wasit umunya ada 2 macam yang didasarkan atas tujuan atau keguanaannya. Bunyi peluit dua kali pendek yang diikuti panjang, ini digunakan wasit sebagai isyarat dalamhal-hal sebagai berikut:
• Agar para pemain siap untuk memasuki lapangan permainan.
• Permainan dalam babak 1 selesai.
• Permainan dalam babak 2 selasai.
Bunyi peluit panjang satu kali,ini digunakan wasit sebagai isyarat dalam hal-hal berikut:
• Permainan dapat dimulai.
• Penghentian permainan untuk sementara karena ada kejadian
- Terjadi pelanggaran atas peraturan permainan.
- Bola keluar lapangan.
- Terjadi gol.
- Ada pemain yang cidera.
- Gangguan oleh cuaca atau penonton.
b) Gerakan Tangan
Untuk lebih memperjelas keputusannya isyarat wasit yang berupa bunyi peluit akan diikuti dengan gerakan tangan sebagai isyarat. Isyarat tangan itu diantaranya:
• Mengankat salah satu tangan lurus ke atas baik tangan kanan atau kiri berarti “ terjadi pelanggaran dengan hukuman tendangan bebas tidak langsung “.
• Mengangkat kedua tangan didepan dada menghadap kebawah dan digerakkan menyilang berarti “ tidak terjadi pelanggaran “.
• Kedua tangan menggantung sejajar disamping badan dengan telapak tanganmenghadap kedepan selanjutnta digerakan ke depan berarti “ meminta pemain untuk mundur ke belakang “.
• Salah satu tanganmenunjuk titik tengah berarti “ terjadi bola masuk kegawang/gol secara sah”.
• Salah satu tanganmenunjuk ke suatu tempat,sedang tangan yanglain menunjuk ke suatu arah, berarti “ menunjukkan tempat terjadinya pelanggaran dan arah bola “.
• Pada permulaan permainan wasit mengangkat salah satu tangan kea rah hakim garis dan pemain, berarti “ meminta yang bersangkutan siap untukmemulaipertandingan “.
2) Isyarat Hakim Garis
Untuk memberikan isyarat hakim garis menggunakan bendera. Isyarat itu adalah:
a) Mengangkat bendera lurus ke atas, berarti “ memberitahu kepada wasit untuk menghentikan permainan, karena bola keluar atau ada kejadian ataupun terjadi pelanggran, dengan menunjukkan bendera kearah tempat tersebut.
3) Isyarat Wasit Cadanagan
Isyarat dari wasit cadangan diberikan dari luar lapangan.isyarat itu antara lain:
a) Adanya pergantian pemain
b) Memberitahukan sisa waktu pertandingan
f . Isyarat-Isyarat Wasit Dalam Pertandingan
Langganan:
Postingan (Atom)